Jenis Jenis Ikan Hias Arwana

Jenis-Jenis Ikan Hias Arwana - Nama latin Ikan Arwana adalah Scleopages sp. kenapa disebut dengan ikan naga (dragon fish), barramundi, saratoga, pla tapad, kelesa, siluk, kayangan, peyang, tangkelese, atau arowana. Arwana sering di anggap sebagai ikan keberuntungan yang dapat mendatangkan hoki dan dipercaya dapat menjaga rumah dari arwah pengganggu, katanya orang orang sih..., tapi saya gak begitu percaya yang demikian itu sih.., Arwana mempunyai bentuk tubuh yang unik dan indah, bentuk yang memanjang dan ramping menyerupai pisau. Selain itu, arwana juga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu dua buah sungut yang terdapat pada bibir bawahnya. Sungut tersebut berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa. Gerakan renang arwana sangat anggun dan sisik-sisiknya yang berkilau menambah indah sosok arwana.


Jenis-Jenis Ikan Hias Arwana

Beberapa jenis ikan hias arwana yang banyak di buru oleh pencinta ikan hias arwana : 
  1. Arwana Super Red
    Arwana jenis ini berasal dari Indonesia, tepatnya di pulau Kalimantan bagian barat di sungai kapuas dan danau sentarum. Arwana jenis ini pada dasarnya terbagi lagi menjadi beberapa varietas berdasarkan warna, yaitu warna merah darah (blood red), merah cabe/cabai (chili red), merah oranye (orange red).
    Arwana Red jenis ini sudah memiliki warna merah pada sirip, ekor, dayung dan sungut sejak kecil yang kemudian akan muncul juga di bagian pipi dan pinggir insang. Ring akan mulai terlihat sejak mencapai ukuran 25 cm, namun belum mengeluarkan warna merah. Warna merah pada badan akan mulai keluar saat ikan berumur kurang lebih 3-4 tahun.

  2. Cross Black Golden Arwana (X Black Golden)
    Arwana Cross Black Golden Varietas cross back golden / x back golden ini berasal dari Malaysia, seperti di daerah Perak, Johor, Bukit Merah dan Trengganu. Golden cross back / x back merupakan salah satu dari varietas arowana golden. Arwana ini di sebut cross back / x back karena pada saat dewasa ring pada sisik bisa sampai melewati punggung. Warna emas yang dimiliki arwana varietas ini cenderung lebih terang/mengkilap. Golden cross back sedikit susah untuk di dapatkan, sehingga harganya pun lebih mahal dari varietas lainnya seperti Super Red.

  3. Red Tail Golden Arwana
    Red Tail Golden
    Red tail golden adalah salah satu varietas golden yang berasal dari Indonesia, khususnya Pekan baru - Sumatera. Arwana jenis ini sifatnya lebih agresif dari Cross Black Golden. Seperti halnya XCross Black Golden, arwana ini juga memiliki keragaman warna dasar/base color seperti, blue base, green base dan gold base. Arwana ini dapat tumbuh lebih besar dari pada Cross Black Golden.

  4. Jardini Arwana (Arwana Irian)
    Jardini Arwana
    arna yang dimiliki varietas arwana ini cukup unik. Warna dasarnya adalah hitam kecoklat-coklatan dengan bintik-bintik kuning ke emasan pada bagian tengah sisik-sisiknya, bahkan di bagian kepala (pipi) sampai pada sirip & ekornya pun terdapat bintik-bintik kuning tersebut. Jardini berasal dari australia, meski sering ditemukan di pulau Irian.

  5. African Arwana (Arwana Afrika)
    African Arwana
    Seperti namanya, jenis arwana ini hanya ditemukan di Afrika. Bentuk tubuhnya hampir menyerupai silver arwana, namun bentuk kepala kecil.

  6. Silver Arwana (Brazil)
    Silver Arwana
    Arwana Brazil atau biasa disebut Arwana Silver memiliki bentuk tubuh yang berbeda. Dengan bentuk tubuh yang panjang dan sirip yang panjang pula, mulai dari bagian tengah badan sampai pada ujung ekor memberi kesan yang sangat anggun saat berenang. Arwana ini dapat tumbuh sampai 50 - 60 cm

Demikianlah ulasan tentang jenis jenis ikan arwana yang sering di buru oleh para penghobi ikan ikan hias dan ada juga yang membeli ikan hias arwana ini untuk menolak arwah atau hal hal lain yang mereka percaya..., namun saya kagum dengan keindahannya saja, tidak lebay dengan penolak arwah dan lain lain., 

semoga bermanfaat (^_ ) baca juga artikel artikel lainya ya..,  

Penyakit Pada Ikan Discus

Discus termasuk ikan yang sensitif, tetapi jika kita tau bagaimana memperlakukan nya maka pastinya kita tetap dapat melihat keindahannya.
Diskus juga rentan diserang penyakit dikarenakan mutu air yang jelek atau pakan yang membawa penyakit. menurut pemicunya, penyakit yang menyerang diskus dibagi jadi 2 jenis, yakni penyakit parasiter serta non parasiter. 

1. Penyakit parasiter 
Penyakit parasiter yaitu penyakit yang timbul dikarenakan parasit.Kategori penyakit ini yaitu : 
a. Gill worm atau penyakit insang 
Penyakit insang ini menyerang di bagian insang ikan, hingga menyebabkan ikan tidak dapat bernafas atau mengap-mengap. obat yang biasa dipakai untuk menangani penyakit insang yaitu gunakan larutan formalin 35-40%, garam dapur ( naci ), atau pk ( kalium permanganat ). 

b. NDD ( New Diskus Disease ) 
Penyakit ndd juga dikenal dengan nama discus plague atau velvet. penyakit ini dikarenakan oleh komplikasi sebagian bakteri serta virus. pemicu penyakit ndd dapat menembus lendir pertahanan diskus lantas Mengambil sari makanan dari beberapa sel kulit yang rusak serta mengambil cairan tubuh. mengakibatkan diskus jadi lemas serta lantas mati. penyakit ini bisa diobati dengan langkah>cara-cara, yakni : 

Memakai larutan pk dengan dosis 0, 6 g per 100 liter air 
Gabungan 1, 5-2 g chloramfenicol ( antibiotik ), 0, 2-0, 3 acriflavine ( antiprotozoa ), serta 3-4 sendok makan garam dapur. 
Gabungan 2 g oxytetracyclin, 0, 2-0, 3 g acriflavine, serta 3-4 sendok makan garam dapur, 
Gabungan 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, serta 3-4 sendok makan garam dapur. 
Gabungan 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin ( antiprotozoa ), serta 3-4 sendok makan garam dapur. 

c. White spot 
White spot adalah penyakit yang dihadapi nyaris seluruh type ikan. penyakit white spot ditandai oleh timbulnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan tubuh, mata, atau insang. white spot bisa menyerang diskus dikarenakan mutu air yang buruk. langkah mengatasi penyakit ini bisa dikerjakan ganti air tiap-tiap hari serta menaikkan suhu air sampai 33oc, atau gunkan 0, 3 g acriflavine untuk tiap-tiap 100 liter air atay blitz ich cocok takaran yang tercantum. 

2. Penyakit Nonparasiter 
Penyakit nonparasiter yaitu penyakit yang tidak dikarenakan oleh parasit, contohnya dikarenakan kekurangan oksigen, terlampau banyak makan, problem nutrisi, keracunan obat, atau pergantian ph. di bawah ini yaitu sebagian penyakit nonparasiter yang biasa menyerang diskus. 

a. Iritasi air 
Perubahan air yang mendadak bisa menyebabkna iritasi air. penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. untuk menangani penyakit ini baiknya penggantian air akuarium dikerjakan dengan perlahan, yakni ganti ¾ air lama dengan air baru. 

b. Keracunan obat 
Keracunan obat berlangsung dikarenakan pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang telah kadaluarsa. mengakibatkan penyakit yang terkena diskus makin kronis. untuk menghindar penyakit ini baiknya pemberian obat cocok dosis yang disarankan. 

c. Kekurangan oksigen 
sistem aerasi yang tidak cukup dan populasi ikan yang terlampau padat bisa mengakibatkan ikan alami kekurangan oksigen. cirinya yaitu pernapasan ikan jadi memburu serta mengap-mengap. penanggulangannya yaitu mengganti sistem aerasi atau kurangi kepadatan ikan. 

d. Terlampau banyak makan 
diskus yang terlampau banak makan dapat mengakibatkan perutna menggelembung serta sulit buang air. penyakit ini bisa ditanggulangi dengan menaikkan suhu air sampai meraih 33oc atau dengan memberikan 5 sendok makan garam untuk tiap-tiap 100 liter air. 

c. PH shock 
pergantian derajat keasaman atau ph air bisa menyebabkan ph shock mengakibatkan diskus kehilangan keseimbangan. langkah menangani ph shock yaitu ganti air akuarium dengan air yang ph –nya cocok ( 6, 3-6, 8 ), lantas diberi 5 sendok makan garam dapur serta 1 g acriflavine atau methylene blue untuk tiap-tiap 100 liter air.