Polis Perak Lupus Dadah Bernilai RM3 3 Juta


IPOH – Polis Perak hari ini melupuskan pelbagai jenis dadah bernilai RM3.3 juta membabitkan 3,582 kes pemilikan dadah dari tahun 2000 hingga 2010.

Timbalan Pengarah 3 Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Bukit Aman SAC Jamaludin Kudin berkata pelupusan dadah ini julung kalinya dilaksanakan secara berkelompok melibatkan 15 daerah di Perak.

“Kesemua dadah ini dilupuskan setelah semua pesalah selesai dibicarakan dan tempoh rayuan bagi kes mereka telah tamat. Semua barang kes berkaitan mendapat perintah mahkamah untuk dilupuskan,” katanya kepada pemberita selepas pelupusan dadah Kontinjen Perak 2013 di Pasukan Gerakan Am Briged Utara, Ulu Kinta di sini.

Antara barang kes yang dilupuskan melibatkan ganja (29,055 gram), heroin (14,701 gram), syabu (844 gram), pil eramin5 (41,175 gram), pil estacy (7,752 gram), pil yaba estacy (169 gram), pil psikotropik (9330 gram), daun ketum (1,186 kilogram), air ketum (383,610 liter) dan ubat batuk (260,931 liter), katanya.

Jamaludin berkata bagi tempoh Januari hingga Oktober lepas, JSJN Perak menangkap seramai 1,361 orang terlibat dalam kes bekalan dadah dan 2,416 kes berkaitan permintaan dadah.

“Jumlah rampasan dadah dan barangan yang disita pula masing-masing berjumlah RM3.8 juta,” katanya. – BERNAMA

2 Juta Pekerja Diupah Pantau Pengguna internet


Beijing – China didakwa telah mengupah kira-kira dua juta pekerja untuk menjadi `mata-mata’ bagi memantau aktiviti penduduknya yang menggunakan internet setiap hari.

Ia termasuk mengawasi komen-komen dan imej yang dimuat naik dalam media sosial.

Pekerja berkenaan yang diupah sebagai `penganalisis pandangan internet’ ditugaskan memantau laman web termasuk Weibo.

Pemantauan itu dijalankan memandangkan kerajaan sukar menjalani kawalan terhadap pengguna media sosial.

Dengan menekan kata mudah dalam carian internet, mereka dapat memantau komen-komen dan imej yang dimuat naik di dalam talian setiap hari.

Tugas mereka dibantu untuk teknologi yang dapat menganalisis berjuta-juta komen dalam masa sejam sama ada di dalam atau luar negara.

Banyak laman web seperti Google Maps dan Facebook telah diharamkan oleh kerajaan China.

Keadaan ini menyebabkan banyak perisian daripada seluruh dunia untuk cuba memecah `tembok China’ ini bagi membolehkan pengguna melepasi tembok tersebut dan melihat kandungan internet di seluruh dunia.

Sex Toys Terbuat Dari Emas 24 karat Dijual Rp 140 Juta

Bersamaan dengan semua delegasi negara di Olimpiade 2012 yang sedang berjuang memperebutkan emas, Ann Summer merilis sebuah alat yang terbuat dari emas pula. Alat yang diklaim terbuat dari emas 24 karat ini adalah sebuah vibrator.

Ann Summer merupakan seorang pengusaha yang telah menggeluti bisnis penjualan alat bantu seks lebih dari 30 tahun. Ia mengakui baru beberapa tahun belakangan ini harus menghadapi persaingan ketat di bidang ini. Oleh karenanya, Ann Summer mengambil langkah berani untuk menciptakan inovasi terbaru dalam dunia orang dewasa ini. Vibrator yang terbuat dari 24 karat emas murni ini dirancangnya agar memenuhi banyaknya permintaan konsumen yang mencari hal yang baru.

Vibrator ini dijual dengan harga 10.000 pound atau setara dengan Rp 140 juta. Tak heran bila barang yang satu ini hanya bisa dimiliki oleh orang-orang berpenghasilan tinggi saja.

Alat bantu seks yang diberi nama Inez Lelo ini sudah dirancang dari beberapa bulan yang lalu. Ann Summers mengambil langkah berani ini karena melaihat pasaran untuk barang-barang dewasa sedang meningkat penjualannya. Ditambah lagi sejak novel erotis Fifty Shades of Grey Trilogy beredar dipasaran yang membuat banyak pasangan terinspirasi untuk memuaskan pasangannya dengan alat bantu seks.

Inez Lelo akan dipamerkan di Toko Ann Summer’s Wesfield Stratford di Olympic Park, Inggris. Karena harganya yang hampir semahal emas olimpiade ini membuat beberapa tentara disiagakan untuk menjaga ketat kotak berisi vibrator ini. Namun, harganya yang selangit ini tidak lantas membuat Inez Lelo sepi dari pembeli. Menurut data yang dimiliki oleh toko Ann Summers sudah ada daftar tunggu untuk barang mewah ini sejak dibuka bulan Mei 2012, dilansir dari Dailymail.

Ternyata imbas dari menjamurnya novel erotis karangan E.L James ini tidak hanya dirasakan oleh Ann Summer saja, toko-toko high-end seperti Luxury Swedish atau toko online seperti Lovehoney mengakui bahwa penjualan alat bantu seks meningkat tajam.

Tidak hanya di Inggris saja, Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki teknologi maju pun mulai berlomba-lomba untuk memproduksi alat bantu seks ini. Sebuah perusahaan di sana bahkan mulai memasarkan alat bantu seks khusus pria. Koichi Matsumoto, pendiri dari perusahaan Tenga yang memproduksi alat ini mengambil inspirasi dari kurangnya alat bantu untuk pria dibandingkan dengan yang disediakan untuk wanita.